Suga Tak Ikut Pemilu Lagi, Jepang Akan Punya PM Baru

Suga Tak Ikut Pemilu Lagi, Jepang Akan Punya PM Baru

Jakarta, CNN Indonesia —

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai ketua partai berkuasa yang akan berlangsung pada 29 September nanti.

Keputusan itu membuat Suga secara efektif mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua partai Partai Demokrat Liberal (LDP) sejak setahun terakhir.

Sekretaris Jenderal LDP, Toshihiro Nikai, menuturkan Suga mengumumkan niatnya itu dalam pertemuan darurat anggota senior partai pada Jumat (3/9).

“Hari ini dari rapat eksekutif LDP, presiden (partai) Suga mengatakan dia ingin fokus bekerja pada langkah-langkah menangani pandemi virus corona dan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan pemimpin partai,” kata Nikai kepada wartawan di Tokyo seperti dikutip AFP.

“Jujur, saya terkejut. Ini benar-benar disesalkan. Dia melakukan yang terbaik tetapi setelah mempertimbangkan dengan cermat, dia membuat keputusan ini,” paparnya menambahkan.

Dengan keputusan tersebut Suga akan tetap menjadi presiden LDP hingga calon ketua partai baru terpilih. Sementara itu, dikutip Reuters, pemenang pemilihan ketua LDP pun dipastikan akan menjadi perdana menteri karena partai tersebut masih memiliki suara mayoritas di majelis rendah parlemen.

Pemerintah Jepang pun tengah mempertimbangkan akan mengadakan pemilihan umum pada Oktober mendatang.

Pengumuman itu datang ketika tingkat penerimaan warga terhadap kepemimpinan Suga sebagai perdana menteri anjlok hingga menyentuh titik terendah sepanjang masa ia menjabat.

Survei yang dilakukan kantor berita Kyodo pada Juli lalu menunjukkan tingkat penerimaan warga terhadap Suga menukik turun menjadi 31,8 persen yang merupakan level terendah sepanjang kepemimpinan Suga.

Rencana Suga untuk merombak kabinet dinilai sejumlah pihak tak cukup memperbaiki ketidakpopulerannya di tengah masyarakat.

Penurunan penerimaan warga itu disebabkan atas penanganan pemerintahan Suga terhadap pandemi Covid-19 di Jepang.

Suga banyak dikritik soal program vaksinasi Covid-19 yang lambat hingga keputusannya melangsungkan Olimpiade Tokyo meski di tengah gelombang baru infeksi virus corona akibat penyebaran varian Delta.

Suga sendiri mulai menjabat sebagai perdana menteri pada 2020 lalu setelah pendahulunya, Shinzo Abe mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Sebelum didapuk sebagai PM, Suga merupakan Kepala Staf Kabinet Jepang era Abe.

Banyak orang yang melihat Suga sebagai orang kuat dalam pemerintah Jepang karena disebut dapat menggunakan kekuasaannya selama ini untuk mengendalikan birokrasi Jepang yang luas dan kuat.

Beberapa pihak pun mengira Suga akan mencalonkan diri lagi sebagai pemimpin LDP lagi.

Suga merupakan putra dari seorang petani stroberi dan guru sekolah yang dibesarkan di pedesaan Akita, utara Jepang. Saat mahasiswa, Suga merantau ke Tokyo untuk mengenyam pendidikan tinggi dan bekerja di sebuah pabrik setelah lulus.

Suga terpilih sebagai anggota majelis kota di Yokohama pada 1987. Ia lantas mulai menjadi anggota parlemen pada 1996.

(rds)

[Gambas:Video CNN]


Scroll to Top