Stok Vaksin Covid-19 untuk Umum di Sleman Sisa 200 Dosis

Stok Vaksin Covid-19 untuk Umum di Sleman Sisa 200 Dosis

Jakarta, CNN Indonesia —

Persediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta tinggal tersisa 200 dosis. Cakupan vaksinasi Covid-19 pun masih jauh dari target.

“Vaksin ini sangat dinamis, jadi untuk vaksin ini minggu ini kita betul-betul sudah kehabisan, bisa dikatakan demikian,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo, di Kantor Bupati Sleman, Kamis (29/7).

Joko menjelaskan pihaknya telah menyebar sekitar 12.500 dosis vaksin Covid-19 ke berbagai fasilitas (faskes) kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, atau klinik.

Namun, stok vaksin Covid-19 itu tak bisa diambil kembali untuk memenuhi vaksinasi masyarakat umum. Menurutnya, faskes biasanya telah menjadwalkan atau terlanjur mendistribusikan lagi.

“Sementara yang masih tersimpan di UPT POAK (Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan), stok vaksin tinggal 200 (dosis). Padahal kita menargetkan sehari antara 6-7 ribu sasaran,” ujarnya

Pemerintah Kabupaten Sleman, kata Joko, sudah mengajukan tambahan 80 ribu vaksin Covid-19 baik kepada Dinas Kesehatan DIY maupun Kementerian Kesehatan. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian.

“Mengajukan 80 ribu vaksin dengan perhitungan sampai awal Agustus karena kita perkirakan itu satu minggu itu bisa vaksin 35-40 ribu sasaran. Jadi kalau dalam 2 minggu 80 ribu dosis kalau ada bisa selesai,” katanya.

Joko mengklaim capaian vaksinasi di Sleman sudah melebihi target beberapa waktu lalu. Dengan sasarannya meliputi tenaga kesehatan (nakes), petugas pelayanan publik, dan para lanjut usia (lansia).

Akan tetapi, seiring berjalan waktu sasaran prioritas vaksinasi ini lebih dipilah, seperti antara pralansia dan lansia. Cakupan vaksinasi selain itu kini juga ditambah kelompok anak usia 12-17 tahun yang mencapai 98 ribu orang.

“Dengan adanya perubahan kebijakan itu total sasaran kita (bertambah) menjadi 883 ribu sekian. Sehingga cakupan kita memang baru 37 persen untuk dosis 1 untuk dosis 2 bahkan baru 15 persen,” kata Joko.

Joko menyebut antusiasme warga mengikuti program vaksinasi di Sleman cukup tinggi. Berbagai kelompok masyarakat, organisasi, dan lainnya telah mendaftar untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Ya tetap kita tampung, kita jadwal, kita agendakan. Sekarang problemnya itu yang paling utama adalah vaksinnya tidak ada. Sekarang ini semua faskesnya atau semua tempat vaksinnya tersedia, SDM ada, sasaran antusias, vaksinnya yang tidak ada,” ujarnya.

“Saya tidak tahu berhentinya di mana karena Pemerintah Pusat selalu menginformasikan bahwa stok vaksin memadai. Tapi yang kita tidak tahu memadainya itu untuk siapa atau di daerah mana yang cakupannya rendah,” kata Joko menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah daerah harus bersabar terkait distribusi vaksin dari pusat. Budi menegaskan saat ini vaksinasi masih dalam proses pengiriman ke Indonesia secara bertahap.

Budi menyebut vaksin akan didatangkan ke Indonesia mulai 25 Juli sampai 31 Agustus mendatang. Rinciannya, 8 juta dosis vaksin Sinovac dan 4 juta dosis vaksin AstraZeneca.

“Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi, karena memang jumlah vaksinnya cuma segitu,” kata Budi di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

(kum/fra)

[Gambas:Video CNN]


Scroll to Top