loading…
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Foto: Dok/SINDOnews
“Kepada jajaran DPRD DKI Jakarta saya telah mengingatkan bahwa setiap anggaran kegiatan pemerintah di tahun depan harus fokus menuntaskan dua masalah besar Jakarta, yakni banjir dan kemacetan. Kemudian pemulihan ekonomi serta antisipasi menghadapi resesi. Tidak ada lagi program kerja khayalan, semua harus tepat sasaran sesuai dengan kajian, inventarisir kebutuhan, hingga kondisi dilapangan,” tulis Pras sapaan akrabnya dalam laman Instagram @prasetyoedimarsudi dikutip, Senin (31/10/2022). Baca juga: PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
“Usai menerima usulan KUA-PPAS, kita akan melakukan sinkronisasi kegiatan belanja dengan skala prioritas kebutuhan warga yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 dalam Rapat Banggar bersama Eksekutif/TAPD mulai hari ini 31 Oktober sampai dengan 3 November mendatang,” imbuhnya.
Pria yang biasa disapa Pras ini mengatakan, peningkatan dalam sejumlah proyeksi pendapatan. Hal itu membuat TAPD DKI mengusulkan anggaran Rp85,57 Triliun kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI.
“Secara garis besar terjadi peningkatan sejumlah proyeksi pendapatan, sehingga besaran kebijakan umum APBD tahun 2023 yang diusulkan kepada Badan Anggaran DPRD DKI mencapai Rp85,5 triliun,” ucap Pras.
Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan ini berharap kerja DPRD dan Pemprov DKI dapat membuahkan hasil dan bermanfaat bagi masyarakat Jakarta.
“Semoga sinergi kerja-kerja DPRD dan Pemprov DKI Jakarta ini membuahkan hasil yang bermanfaat dan dirasakan dampak baiknya bagi semua masyarakat Jakarta. Aamiin yarabbal’alamin,” tuturnya.
Sebelumnya, TAPD Pemprov DKI mengusulkan rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 sebesar Rp85,57 triliun kepada Banggar DPRD DKI Jakarta.
Ketua TAPD Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali menekankan, pihaknya telah melakukan kajian, pertemuan dengan beberapa Kementerian terkait, inventarisir kebutuhan, hingga kunjungan lapangan. Ia berharap kegiatan yang diusulkan tahun depan tepat sasaran.